Pantai Poni’i Luwoo Surga Tersembunyi di Tanah Religius

0
16

TOMINI.NEWS-Hey guys, masih bingung mau liburan kemana saat libur bersama keluarga, yup, Pantai Poni’i Luwoo di Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bisa masuk dalam buku perjalanan wisata anda. Kenapa demikian? karena pantai ini bak ‘surga tersebunyi’ di tanah religius Bolsel.

Pasir putih seperti tepung sagu, karang-karang indah yang dibawa deburan ombak, angin sepoi-sepoi, serta pemandangan memanjakan mata akan membuat anda berdecak kagum, Rabu (23/1/2019).

Berdiri di atas dermaga berwarna warni bak pelangi yang melengkung di samping pohon mangrove menambah eksotis tempat wisata yang diresmikan oleh mantan Bupati berprestasi Haji Herson Mayulu.

Untuk menuju ke surganya pewisata hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam dari pusat kota kabupaten di Molibagu Kecamatan Bolaang Uki menggunakan mobil maupun sepeda motor.

Kemudian dari Desa Luwoo kira-kira sejauh tiga kilo meter mengikuti jalan beralas tanah dengan view yang indah.

Jangan khawatir guys, jasa tumpangannya pun banyak tersedia di samping alun-alun kota dekat lapangan Molibagu samping gerbang raja yang namanya terkenal di seantero Indonesia. Harganya juga bersahabat bisa nego tergantung lama dan banyaknya penumpang.

Bagi teman-teman yang baru pertama kali menginjakan kaki ke tanahnya orang Bolango dan Mongondow tidak perlu cemas apalagi nangis karena tersesat, disini ada teman-teman pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) yang siap jadi guide menuntun menuju lokasi wisata andalan orang Bolsel

“Kalau ingin merasakan perjalan yang berbeda bisa juga menggunakan jasa angkutan laut menggunakan speed boat milik teman Bolsel Diving Club (BDC),” Kepala Bidang Promosi Wisata di Disparbud Delfian Giputra Thanta menawarkan.

Pantai ini tidak kalah indah dengan beberapa pantai lain yang namanya sudah terkenal lebih dahulu, mengapa demikian? Ya karena tempat ini akan menyimpan kenangan di memori anda.

“Cocok foto prewedding buat mereka yang ingin menikah atau yang ingin berbulan madu,” jelas Delfian.
Bagi teman-teman yang hidup di kota kemana-mana dikelilingi tembok yang tinggi kemudian ingin melihat pemandangan alam yang berbeda silahkan datang kesini.

“Bisa melihat kehidupan hewan endemik, seperti burung bangau, burung pemakan udang, dan hewan penghuni mangrove,” jelasnya.

Kedengarannya asik kan, ya ialah memang asik, lebih rame lagi kalau datang berkelompok bersama teman-teman baik untuk beribadah, nongkrong, maupun untuk kegiatan lainnya, yang penting bukan yang dilarang oleh pemerintah.

Disini tersedia gazebo yang berdiri berjejer, kemudian kalau lapar perut keroncongan bisa pesan makanan disekitar lokasi wisata karena ada warga juga yang jual makanan dengan menu-menu menggugah selera.

Kalau ingin menginap malam membawa tenda bisa juga minta bantuan penjaga lokasi wisata, tapi ingat jangan lupa melapor ke pemerintah desa sekitar. Ya jaga-jagalah, biar malam anda bersama bintang dan deburan ombak berkesan di hati.

Tapi ingat guys, kemana pun kita pergi jangan lupa jangan meninggalkan sampah, apalagi itu sampah plastik yang akan merusak dan menodai pemandangan yang indah. Sebaiknya dibawa pulang kita buang pada tempatnya, biar yang datang juga masih bisa melihat keindahan seperti yang kita lihat. (El)

Foto : By Ayub Mooduto