Pesona Haji Herson Mayulu Dimata Umat Kristiani

0
23

TOMINI.NEWS-Semua mata tertuju pada seorang pria yang menggunakan kemeja putih ditemani kopiah hitam dalam perayaan Festival Paskah Oikumene dan The Heavenly Holy Movement (H2M) di Gereja Oikumene Bukit Hermon, Panango, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Rabu (10/5/2019).

Ya dialah Haji Herson Mayulu (H2M), Sang Tokoh Toleransi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang diidolakan dan didambakan oleh seluruh masyarakat dan golongan agama di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Berbagai pesan positif disampaikan olehnya tatkala dipercayakan untuk memberikan nasihat membangun sebagai Tokoh Toleransi, Ketua LPTQ, dan DMI Sulut diatas panggung dan berhadapan dengan ribuan jemaat yang datang dari berbagai pelosok.

Herson yang juga selaku Calon Anggota Legislatif (Caleg) PDIP Dapil Sulut nomor urut 2, meminta untuk tidak percaya dan menyebarkan berita bohong sebagai wujud kepedulian terhadap kehidupan Bangsa.

“Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda dengan maksud untuk saling melengkapi bukan dimaknai sebagai jurang pemisah antara satu dengan lainnya,” jelas Herson.

Bupati Guhanga mengajak untuk memaknai Festival The Heavenly Holy Movement Via Dolorosa dengan mengintrospeksi diri dan terus berserah diri serta memohon doa kepada Allah agar Kabupaten Bolsel selalu diberi kesejahteraan dan terhindar dari bencana

“Untuk membunuh Lucifer-Lucifer kecil yang membenturkan umat Kristiani dan Muslim, maka jangan kita percaya dan menyebarkan berita hoax,” ajaknya.

“Jangan kita tergoda dengan iblis Lucifer, saya bangga kerukunan umat beragama di Sulut terpelihara,” ajaknya.

Kata dia, walaupun jumlah umat Muslim mendominasi di kabupaten ini tidak ada kalimat mayoritas ataupun minoritas ataupun Islamnisasi dan Kristenisasi sebab semuanya sama tidak ada yang dibeda-bedakan.

“Cuma ada manisonisasi,” candanya, kemudian disambut sorak para peserta festival.

Kata dia, cita-citanya akan dilanjutkan oleh Iskandar Kamaru untuk membangun taman religi di titik pertemuan antara tiga simbol religius yaitu gereja, masjid, dan pure di Panango.

“Nanti setelah selesai ibadah Subuh bersama saling memberikan salam, kerja bakti bersama, olahraga bersama, dan kerja bersama,” ucapnya.

Akunya, merasa sangat bangga masih diberikan kesempatan berdiri didepan ribuan jemaat Kristiani dan didepan umat Muslim yang turut menjaga pelaksanaan acara tersebut.

“Saya bangga, umat se-Sulut hadir disini,” jelasnya.

Sementara itu Lidya, satu diantara peserta Paskah mengaku sangat bangga sebab perayaan yang sama sudah dilaksanakan di Bolsel dan ini untuk yang kedua kalinya dan sukses.

“Ini sangat luar biasa bagi kami. Kami melihat umat tetangga turut serta membantu berperan aktif, bersama-sama mensukseskan acara ini. Bagi Kami Haji Herson Mayulu dan Iskandar Kamaru sangat mempesona dimata umat Kristiani,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Senada diucapkan oleh Max, peserta dari Kota Manado, bahwa mereka merasa sangat diistimewakan baik oleh panitia, bupati, maupun Tokoh Toleransi, serta seluruh peserta dari tanah Bolsel.

“Tidak mampu berkata-kata, perjalanan jauh yang melelahkan terobati dengan suksesnya acara ini. Salut buat Pak Haji Herson Mayulu dan Bupati Iskandar Kamaru, ini sangat istimewa dan luar biasa,” tandasnya. (lix)

Editor : Felix Tendeken