Disperindagkop Bolsel Perjuangkan Program Briket Sebagai Pengganti Gas Elpiji

0
45

TOMINI.NEWS-Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), melalui Dinas Perdagangan dan Kooperasi (Disperindagkop), terus memperjuangkan program briket hasil olahan arang tempurung untuk bahan bakar alternatif.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Disperindagkop Amstrong Apollo, Selasa (9/7/2019) diruang kerjanya kepada pewarta.

“Kami ingin produk ikutan seperti arang tempurung yang telah diubah menjadi briket memiliki nilai ketika harga pertanian mengalami penurunan,” ucap Apollo.

Kata dia, jika program briket ini sukses maka pengeluaran masyarakat miskin untuk kebutuhan bahan bakar di dapur secara otomatis akan berkurang dan tidak bergantung lagi pada gas elpiji bersubsidi.

“Kami terus berupaya agar masuk pada program tahun 2020,” jelasnya.

Apalagi kata dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dan memberikan ruang kepada pemerintah daerah khususnya pemerintah desa agar berinovasi dengan energi.

“Apalagi ini bisa dikembangkan melalui BUMDes dan menjadi usaha yang paling berpotensi,” jelasnya.

Menurut dia, penggunaan briket sangat menguntungkan bagi masyakat karena memiliki estimasi atau hitungan jam untuk memasak serta tidak mengeluarkan asap.

Dicontohkan jika memasak nasi atau air tinggal memasukan beberapa butir briket kedalam tungku kemudian bisa ditinggal pergi ke pasar, setelah kembali sudah masak dan api sudah mati.

“Tahun 2021 saya pastikan gas elpiji 3 kg tidak ada lagi di Bolsel,” jelasnya.

Kata dia, rencanaya nanti akan ada satu desa percontohan dimana masyarakatnya menggunakan briket secara massal.

“Saya sudah hubungi penjual mesin pencetak briket di pulau Jawa dan rencananya akan ada lima tutor siap melatih warga lokal,” jelasnya.

Bebernya, yang menjadi target pengembangan program briket adalah desa-desa di wilayah Kecamatan Bolaang Uki, Pinolosian, dan Pinolosian Tengah. (lix)

Editor : Felix Tendeken