Ini Harapan Bupati Bolsel Saat Membuka Seminar Studi Kaji Adat Gorontalo

0
71

TOMINI.NEWS-Hari ini Senin (25/11/2019), Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Haji Iskandar Kamaru S.Pt, membuka Seminar Studi Kaji Adat Gorontalo di Hotel Grand Quality Kota Gorontalo.

Foto : Bupati Bolsel saat membuka kegiatan Studi Kaji Adat Gorontalo

Kegiatan yang diikuti oleh para pemangku adat dan Kepala Desa se-Bolsel ini dihadiri oleh Asisten I Ramli Abdul Majid S.Pd dan Kepala Dinas PMD Ekafrie Van Gobel S.STP.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, suku Gorontalo adalah suku dengan populasi terbanyak di wilayah Bolsel, kemudian Bolango, Mongondow, Sangihe, dan Minahasa.

“Seminar adat Gorontalo ini digelar tujuannya menyamakan persepsi terhadap pelaksanaan adat Gorontalo, misalnya dalam pakaian adat Gorontalo yang identik dengan tujuh warna. Warna tersebut terdiri dari merah, hijau, kuning, ungu, cokelat, hitam dan putih,” ujar Bupati bahwa masing-masing warna memiliki makna filosofi yang mendalam.

Tujuh warna tersebut selalu digunakan pada beragam upacara adat Gorontalo, baik resmi pemerintahan, adat, pernikahan, pembaiatan dan kedukaan.

“Pakaian adat Bubato digunakan oleh Pimpinan daerah seperti Bupati, Buatilobala dipakai oleh pengawal bupati, Makuta, Walimono, Biliu, Payungga, dan lain sebagainya,” ujar Bupati.

“Ini harus kita pahami bersama salah satu bukti dari peninggalan kebudayaan Gorontalo yang memiliki arti mendalam,” tegasnya.

Bupati berharap kepada para peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik, berperan aktif agar tujuan yang diharapkan dapat dicapai.

“Pelatihan adat Gorontalo sangat penting, olehnya butuh peran pemerintah dan lembaga adat untuk melestarikan adat Gorontalo oleh suku Gorontalo di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan sangat diharapkan sebagai perwujudan dari visi religius dan berbudaya,” jelasnya.

Tak lupa orang nomor satu di Bolsel ini memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan seluruh peserta atas terlaksananya kegiatan ini.

“Diharapkan nuansa adat Gorontalo dalam setiap pelaksanaan kegiatan dapat terlihat nuansa adatnya, ” harap Bupati. (***)