Pesona Air Terjun Koloman di Pinolosian Timur

0
98

TOMINI.NEWS-Gemericik air sungai terdengar deras dibalik kawasan perkebunan Desa Dumagin, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Selasa (14/1/2020).

Foto : Air terjun Koloman

Dari balik gunung tampak air terjun mengalir deras, mengundang para pejalan kaki untuk singgah merendamkan tubuh ataupun hanya sekadar membasuh wajah, kepala, tangan dan kaki.

Air terjun Koloman namanya, ya itulah sebutan warga setempat untuk lokasi wisata eksotik yang terletak di ujung timur Bolsel.

Foto : Sangadi bersama jajarannya

Panorama alam sekitar berpadu dengan kabut serta pelangi yang ditimbulkan akibat air terjun yang membias pada cahaya menambah indah perjalanan hari itu.

Rasanya begitu asri, udara segar, suara burung bak piano, burung warna-warni beterbangan liar kesana-kesini seakan pengunjung sedang berada di surga tersembunyi di tanah Totabuan dan Bolango bagian selatan.

Lama-lama dilihat tempat sangat cocok untuk dijajal oleh para penggila objek wisata untuk mengabadikan foto selfie maupun group, mengisi album perjalanan wisata selama berada di tanah bervisi religius.

Bagi yang berkeinginan menuju ke tempat ini jaraknya lumayan jauh, dari ibu kota kabupaten (Molibagu) jika ditempuh menggunakan mobil melalui perjalanan darat memakan waktu kurang lebih dua jam, kemudian sesampainya di Desa Dumagin dilanjutkan menggunakan sepeda motor ataupun mobil offroad selama 25 menit.

Meski terbilang cukup jauh, lelah anda akan terobati ketika menyaksikan kemegahan dan keindahan air terjun Koloman yang dalam kisahnya ditemukan oleh pemuda desa tersebut ketika sedang berburu, babi hutan.

Maklum saja, daerah ini banyak dihuni oleh masyarakat bersuku Sangihe beragama Kristen.

Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh bersama Sangadi (Kepala Desa) Karmawan Makalalag, Tomini.News langsung mengeksplorasi air terjun dengan ketinggian kurang lebih 20 meter.

“Lokasi ini masih termasuk kawasan hutan lindung,” jelas Sangadi.

Disela pengambilan foto, Sangadi mengatakan pihaknya terus mengembangkan objek wisata ini baik menggunakan Alokasi Dana Desa dan lain sebagainya, dengan tujuan agar dikenal dan berdampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar.

Selain itu mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk daerah dan nantinya digunakan untuk pembangunan termasuk di sektor wisata.

Sangadi menuturkan, dirinya nanti mengetahui adanya air terjun di lokasi tersebut saat sedang membuka lahan pertanian cabe di lokasi perkebunannya yang tidak jauh dari air terjun Koloman.

“Sebelumnya yang datang kesini hanya pemuda Dumagin, tapi sekarang sudah banyak yang datang,” tuturnya berharap agar lokasi wisata ini semakin dikenal luas.

Merasa penasaran dan tidak ingin hanya berakhir dengan foto selfi, Tomini.News mencoba menceburkan diri merasakan sensasi kesegaran air yang jernih mengalir dari Hutan Taman Nasional Bogani Nani Warta Bone.

Benarlah airnya memang segar, bahkan beberapa kali teramati masih ada ikan dan udang yang lulu-lalang mencari makan di aliran sungai tersebut. (lix)

Bersambung……

Editor : Felix Tendeken