Cegah Wabah Virus Corona, Wali Kota Manado Liburkan Sekolah

0
38

TOMINI.NEWS,MANADO-Berbagai langkah dan upaya dilakukan oleh Pemerintah Kota Manado untuk mencegah wabah virus Covid-19 atau lebih dikenal dengan sebutan virus Corona di Kota Tinutuan.

Foto Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Mor Dominus Bastiaan

Satu diantaranya yaitu meliburkan sekolah, kemudian aktivitas belajar mengajar dilakukan secara mandiri di rumah menggunakan bahan ajar yang diberikan oleh guru di masing-masing sekolah.

Perintah meliburkan sekolah tersebut terhitung mulai tanggal 16-27 Maret 2020 disampaikan oleh Wali Kota Manado Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL).

“Jadi kebijakan ini kita lakukan guna untuk mencegah penyebaran virus Corona di Kota Manado agar tidak semakin meluas,” ujarnya, Sabtu (14/3/2020).

Agar para siswa tidak ketinggalan pelajaran, maka diharapkan kerjasama orang tua untuk bersama-sama membimbing dan mengawasi aktivitas anak di rumah termasuk belajar.

Tambahnya, diharapkan orang tua mengawasi anak agar tidak keluar dan beraktivitas di kerumunan orang banyak.

“Jadi sekali lagi, ini dilakukan sehubungan dengan upaya menekan agar tidak meluasnya penyebaran Covid-19 di Kota Manado,” imbau Wali Kota.

Top Eksekutif di Kota Tinutuan untuk berserah diri dan berdoa mengandalkan Tuhan, agar persoalan ini cepat berlalu dan virus tersebut tidak mewabah di Kota Manado.

“Mari torang merendahkan diri dan mohon Tuhan jaga pa torang dan keluarga, serta Kota Manado dari ancaman Covid-19,” ajak Wali Kota.

Seperti yang diketahui, kebijakan tersebut diambil oleh GSVL sebagai imbas dari adanya satu pasien yang positif terinveksi Covid-19 yang saat ini dalam perawatan medis di ruang isolasi RSUP Prof RD Kandou Malalayang.

Terpisah Dirut RSUP Prof RD Kandou, Dr dr Jimmy Panelewen mengatakan, pasien yang diketahui berjenis kelami laki-laki, berusia 51 tahun, yang dikabarkan sempat ke luar negeri untuk Umroh masuk ke RSUP pada tanggal 9 Maret 2020.

“Dirujuk dari salah satu rumah sakit di Manado,” ujar Panelewen.
Kata dokter, orang-orang yang sempat bersentuhan dengan pasien saat ini dalam pengawasan.

“Takutnya juga terpapar virus. Kalau di rumah sakit urusan kami, tapi yang di luar ada Dinas Kesehatan yang memantau,” ungkap Panelewen.

Ia kemudian menghimbau masyarakat agar jangan panik namun tetap waspada.

“Upaya kami untuk menguatkan masyarakat, tidak perlu jadi rusuh, tetap tenang.

Yang penting prinsip kesehatan kita kerjakan. Kondisi tubuh tetap kita pertahankan agar ada di kondisi yang terbaik,” pesan Panelewen. (El)


Editor : Felix Tendeken