Dua ASN Terlibat Kasus Narkoba, Pemkab Bolsel Tunggu Putusan Penegak Hukum

0
80

TOMINI.NEWS,BOLSEL-Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) mengeluarkan pres release terkait adanya tangkap tangan oknum ASN yang diduga terlibat dalam penggunaan Zat Adiktif (Narkoba) oleh Ditresnarkoba Polda Sulut beberapa waktu lalu.

Foto istimewa Polda Sulut

Dua ASN tersebut diketahui, yakni IS dan SL, yang bertugas dilingkup Pemerintahan Bolsel.

Aldy Setiawan Gobel selaku juru bicara Pemkab Bolsel mengatakan, pihak Pemkab masih menggunakan asas praduga tak bersalah dalam kasus tersebut. Mengingat saat ini ke dua ASN masih dalam tahap proses penyelidikan.

“Tentunya pemerintah sangat Menyayangkan dan prihatin atas apa yang menimpa mereka,” Kata Aldy, Rabu (18/3/2020).

Pun terkait dengan status ASN kedua terduga, pihak Pemkab masih menunggu keputusan penegak hukum hingga adanya putusan.

Sebagaimana hukuman bagi PNS yang menggunakan atau mengedar narkoba mengacu pada Peraturan Pemerintah(PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, dimana yang bersangkutan dapat dijatuhi hukuman berat, sedang ataupun ringan sesuai dengan hasil pemeriksaan.

“Sedangkan apabila masa hukuman kurang dari dua tahun, masih ada pemeriksaan lebih lanjut terhadap yang bersangkutan, apa itu diberhentikan atau yang bersangkutan dijatuhi hukuman seperti turun pangkat sampai bebas jabatan,” Lanjutnya.

Ditambahkannya, dalam proses pemberhentian, ASN harus menunggu putusan pengadilan. Kategori pemberhentian bisa dengan cara hormat ataupun tidak terhormat.

“Tidak ada bantuan hukum bagi ASN yg terjerat kasus yg sifatnya extra ordinary crime, tapi secara pribadi Pemerintah Daerah menyampaikan keprihatinan atas kasus yang menimpa mereka,” Tukas Aldy.

Aldy juga berharap hal ini dapat menjadi petikan pembelajaran bagi masyarakat lebih khusus dilingkungan ASN. Dan semoga ini menjadi yg terakhir di daerah ini.

“Untuk Anggota DPRD, diserahkan ke Badan Kehormatan Dewan & statusnya sebagai anggota salah satu partai Politik, diserahkan ke mekanisme & AD ART Partai yg bersangkutan,” Pungkasnya. (Can)

Peliput : Chandra Mokoagow

Editor : Felix Tendeken