Tahura Gunung Tumpa Jadi Wisata Andalan di Kota Manado

0
10

TOMINI.NEWS, MANADO-Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Tumpa Hein Victor Worang (HV Worang) yang terletak di Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken, adalah satu diantara lokasi wisata andalan di Kota Manado.

Foto Wali Kota Manado di puncak gunung Tumpa

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Manado, Dra Neivi Lenda Pelealu MSi, Kamis (30/4/2020).

Foto istimewa

Wilayah konservasi hutan lindung yang berada di ketinggian sekira 700 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini selain memiliki pemandangan yang sangat indah juga merupakan tempat olahraga ekstrem paralayang.

Foto istimewa

“Paling cocok untuk menikmati momen saat matahari tenggelam atau sunset,” ujar Lenda sapaan akrabnya.

Untuk sampai ke tempat ini, harus menempuh jarak sekira satu jam dari pusat kota Manado ke arah Kecamatan Bunaken melewati jalan raya Bailang – Tongkeina dengan jarak tempuh sekira 12 kilometer.

“Menuju ke lokasi Hutan Raya Gunung Tumpa masih harus melewati jalan menanjak sekira 2 kilometer, namun jangan khawatir, jalannya sudah mulus beraspal,” ujarnya lagi.

Sebelum masuk ke lokasi hutan lindung, melapor dulu ke pos jaga, menuliskan nama di buku tamu sambil menyumbang ala kadarnya.

Masuk ke Tahura kita akan melewati spot-spot menarik selain hutan raya juga hamparan luas laut Sulawesi serta pulau-pulau yang sudah sangat terkenal sampai di mancanegara, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Nain, dan Pulau Lihaga terlihat sangat indah dan sayang untuk dilewatkan.

“Sangat indah, tak heran pemerintah menyebutnya sebagai surga cinta dari utara, pemandangannya tiada tara,” ujar Frangky, salah satu pengunjung asal Manado.

Di dalam juga terdapat taman HV. Worang yang merupakan Gubernur Sulut ke 5 periode 1967-1978 dan juga Wali Kota Manado ke 13 dengan masa jabatan 31 Jamuari 1975 – 23 Agustus 1975. Di dalam taman terdapat patung HV Worang dan lukisan di dinding yang menggambarkan perjuangan HV Worrang.

Melewati taman HV. Worang ada beberapa bangunan yang disiapkan pemerintah dengan pemandangan luas laut Sulawesi dengan pulau-pulau yang sangat indah. Setelah itu di bagian ujung merupakan lokasi paralayang.

Jalan masuk Tahura sampai ke lokasi paralayang masih berupa tanah dan bebatuan, namun di dalamnya sudah ada beberapa kios yang menjual beraneka makanan.

“Tidak rugi datang ke sini, pemandangannya sangat indah dan alami,” ujar Indah Pesik, pengunjung asal Minahasa. (El)

Lipsus

Editor Felix Tendeken