Bejat, Pacar Ibu Setubuhi Calon Anak Tirinya Berulang Kali

0
33951

TOMINI.NEWS, MANADO-Untuk kesekian kalinya kasus pencabulan anak di bawah umur terjadi di Kota Manado. Kali ini menimpa seorang remaja tanggung, sebut saja Rinda (14). Anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan dari orang tua, justru dicabuli oleh pacar ibunya sendiri yang bekerja sebagai sopir mobil mikrolet.

Foto ibu korban dan pelaku saat diamankan di Polresta Manado

Kasus ini terungkap, setelah korban (Rinda) menceritakan peristiwa bejat yang dialami olehnya kepada saudaranya yang tidak mau menyebutkan namanya.

Betapa terkejutnya saudara korban saat mendengar cerita tersebut, tanpa basa-basi langsung berinisiatif menghubungi ayah kandung korban dan membuat laporan resmi di Polresta Manado, Senin (21/7/2020) siang tadi.

Personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) saat menerima laporan langsung mengirimkan unit reaksi cepat Sat Sabhara Polresta Manado dalam hal ini Tim Gagak Rayon Singkil untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Alhasil pelaku berhasil diamankan bersama korban dan ibunya di Jalan Raya Politeknik saat hendak pulang dan langsung digiring ke Mapolresta Manado.

Sementara itu dari pengakuan korban saat berada di Polresta Manado, kejadian berawal dari bulan April 2020.

“Pertama kali bulan April dia ada nae akang (bersetubuh) pakita, waktu itu ada mama noh disei pakita,” ungkap Korban.

Ditambahkan korban, waktu kejadian pertama dirinya berusaha melawan namun ibunya membela pelaku dengan memberi izin meniduri korban.

“Mama kwa bilang boleh, karena sadiki leh kata om (pelaku) somo jadi kita pe papa,” bebernya lagi.

Pencabulan tersebut diketahui terjadi berulang kali, malah menurut korban jika ibunya bertengkar dengan pacarnya dirinya menjadi pelampiasan pelaku.

“Kalo mama bakalae deng dia (pelaku) kong mo ba minta bersetubuh mama slalu bilang deng kita jo, terpaksa kita layani noh,” tutupnya sambil menangis.

Kapolresta Manado, Kombes Pol Elvianus Laoly saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Tommy Aruan membenarkan kejadian tersebut.

“Pelaku bersama ibu korban sudah kami tahan, mereka berdua akan dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun penjara,” jelas Aruan. (Wyn)

Video pelaku saat diringkus oleh Tim Gagak : https://youtu.be/9Z_WdWWqYgU

Editor Felix Tendeken