Mukjizat Tuhan Untuk MOR dan HJP

0
26

TOMINI.NEWS, MANADO-Mukjizat adalah suatu kejadian atau peristiwa yang luar biasa, dilakukan oleh Tuhan melalui kuasa Roh bagi umat Kristiani yang percaya dan menaruh iman harapan kepada-Nya. Ini juga yang dirasakan oleh Calon Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan (MOR) dan Hanny Joost Pajouw (HJP).

Foto MOR dan HJP didoakan dan diutus oleh para pendeta

MOR dalam kesaksian imannya didepan para Pendeta di Kantor Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Konferens Manado dan Maluku Utara di Jalan Martadinata, Rabu (19/8/2020).

Kata dia, banyak yang meragukan dirinya ketika mau maju sebagai Calon Walikota Manado.

“Kata mereka kepada saya, jangan kira mudah mendapat SK Partai Demokrat. Sedangkan Pak Walikota Ketua DPD Partai Demokrat, nanti dapat SK pada pukul setengah tiga pagi. Itu pun pada hari terakhir, apalagi kamu cuma seorang bendahara,” ujar MOR.

Bahkan ada yang melontarkan pertanyaan kepadanya, apakah dirinya mempunyai koneksi atau kolega di pusat.

“Satupun tidak ada yang saya kenal di pusat. Tapi saya katakan itu adalah ukuran saya. Kalau saya dapat SK partai itu berarti Tuhan mengijinkan saya maju dalam pencalonan,” ujarnya.

Ketika KPU memutuskan akan tetap menyelenggarakan Pilkada pada tanggal 9 Desember 2020 disitulah mukjizat terjadi dalam hidupnya.

“Ketika itu sudah diputuskan oleh KPU, saya ditelpon oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat. Dia menyampaikan bahwa kami baru saja mendapat instruksi dari Ketua DPP Partai Demokrat, bahwa kami diperintahkan untuk menyerahkan SK kepada Pak MOR,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Meski masih bingung karena tidak kenal siapa saja mereka dari pusat, MOR sujud syukur mengunci tangan berterima kasih dan menaikkan doa kehadirat Tuhan.

“Kemudian mereka bertanya, kalau begitu pak kami sudah mau buatkan SK dan siapa calon Wakilnya,” ujarnya lagi.

Dia pun mengingat sebelum Covid sempat masuk Gereja GMIM Pniel Kairagi dan bertemu dengan sahabat karibnya yaitu Hanny Joost Pajouw (HJP).

Kemudian, sepulang dari gereja diminta kepada Ketua DPC Partai Demokrat Manado Ibu Noortje Van Bone untuk dicatat nomor teleponnya, sebab suatu saat akan memerlukan pertolongannya. 

“Waktu ditanyakan oleh partai siapa wakilnya saya langsung sebut nama Hanny Joost Pajouw. Mereka kemudian bertanya siapa itu? Saya minta search di google, beliau adalah peraih suara terbanyak setelah saya dan Pak Walikota,” ceritanya.

MOR kemudian menelepon HJP dan mengatakan niatnya ingin berpasangan dalam pencalonan Walikota dan Wakil Walikota Manado pada Pilkada yang sudah didepan mata.

Singkat cerita, pada saat itu HJP menjawab dan menyetujui niat tersebut. Namun dirinya berharap agar duduk satu meja berembuk karena dirinya sudah dua kali mencalonkan diri dan semua seperti itu.

“Saya jawab, bro kalu kita berdua mau berpasangan tidak usah terlalu banyak aturan-aturan. Kita jalan sesuai kemampuan, sisanya nanti Tuhan yang genapkan itu semua,” ujarnya.

Tak hitung tiga, HJP kemudian mengatakan “saya sudah tidak mau berpikir panjang mari kita lanjutkan,” ujar HJP kepada MOR.

Maka kata MOR jadilah mereka berdua yang membawa jargon dengan hastag #ManadoDiBerkatiHarapanJadiPasti.
“Bahkan bukan cuma partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) juga memberikan SK kepada kami berdua,” ujarnya.

Sehingga mereka berdua sudah lengkap dan memenuhi persyaratan untuk nantinya mendaftar di KPU manado pada bulan September nanti.

“Dan puji Tuhan, kami adalah pasangan pertama yang sudah punya BPKB, punya STNK dan punya SIM, siap untuk mendaftar,” ujarnya.

Dengan modal tersebut MOR-HJP kemudian dengan leluasa bergerak gesit kesana dan kemari, berbaur dengan masyarakat, dengan para hamba Tuhan.

“Karena baru torang dua yang lengkap surat-suratnya,” ujarnya.

Dan kata dia, kalau pada hari ini kami berdua ada disini, kami berterima kasih karena bertemu dengan hamba-hamba Tuhan. 

Sekadar diketahui MOR-HJP didampingi istri masing-masing, yaitu Imelda Markus dan Deivy Mailoor, didoakan secara khusus oleh puluhan Pendeta yang hadir pada hari itu dengan harapan mukjizat Tuhan menyertai sampai akhir. (El)

Editor : Felix Tendeken