Kejari Yapen Periksa Sejumlah Mantan Petinggi UNIMA, Diduga Gelar Kuliah Fiktif

0
182

TOMINI.NEWS, HUKRIM-Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tiba-tiba dikunjungi oleh tiga orang penyidik dari Kejari Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua.

Foto salah satu petinggi UNIMA meninggalkan Kantor Kejari

Dari informasi yang dirangkum di lapangan menyebut, kehadiran mereka adalah untuk mengusut kasus dugaan kuliah fiktif yang digelar Universitas Negeri Manado (UNIMA) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yapen. 

Dari hasil amatan di lapangan oleh Tomini.News, pada hari Senin (11/1/2021), ada dua orang mantan petinggi UNIMA berada di Kantor Kejari Manado dalam rangka memenuhi panggilan penyidik Kejari Yapen untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Setelah sekian lama menunggu didepan Kantor Kejari Kota Manado, para pewarta kemudian berhasil menjumpai Viko Purnama, satu diantara penyidik dari Kejari Yapen.

“Jadi hari ini yang diperiksa hanya dua orang, yaitu mantan Pembantu Rektor I dan III. Nanti untuk lebih jelasnya akan ada keterangan pers dari pihak Kejari Manado pada Kamis nanti,” ujar Viko Purnama.

Sementara itu dari amatan, salah satu mantan Pembantu Rektor UNIMA dengan langkah seribu meninggalkan Kantor Kejari Manado usai diperiksa oleh Tim Penyidik Kejari Yapen Papua.

Kemudian saat dikonfirmasi terkait kasus apa yang sementara diusut saat ini, kata Viko sapaan akrabnya, adalah dugaan kuliah fiktif di UNIMA.

“Ia, terkait kasus dugaan kuliah fiktif,” jelasnya.

Ketika disentil apakah  mantan Rektor UNIMA Julyeta Paulina Amelia Runtuwene juga akan dipanggil untuk diperiksa, Viko mengaku belum tahu. 

“Saya belum tahu. Soalnya saya juga baru bergabung. Nanti tunggu saja konferensi pers hari Kamis (besok),” kata dia mempenasarankan.

Terpisah Kasi Intel Kejari Manado, Hijran, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Kejari Yapen Papua. 

Namun dia menegaskan tidak ada pemeriksaan terhadap mantan Rektor Unima Julyeta Paulina Amelia Runtuwene.

“Iya, Kejari Yapen ada pinjam ruangan untuk melakukan pemeriksaan di Kejari Manado. Dari saksi yang dimintai keterangan tidak ada nama mantan rektor dimaksud,” tandasnya. (El)

Editor : Felix Tendeken