Bekerjasama dengan Pemkot Manado, BNNP Sulut Gelar Pencanangan Kelurahan Bersinar

0
40

TOMINI.NEWS, MANADO-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara (Sulut) bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, hari ini menggelar kegiatan Pencanangan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) di Kelurahan Wawonasa, Kamis (14/1/2020).

Foto Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Dr Victor Jeffry Lasut MM

Kegiatan ini diawali dengan sambutan yang dibawakan oleh Asisten I Heri Saptono, mewakili Walikota Manado GS Vicky Lumentut.

“Atas nama Pemerintah Kota Manado, turut mensuport dan berharap kegiatan ini tidak hanya sampai pada pencanangan namun diterapkan,” ujarnya.

Foto Asisten I Heri Saptono dan Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Dr Victor Jeffry Lasut MM didampingi jajarannya

Kata dia lagi, memang sudah sewajarnya kegiatan seperti ini dilaksanakan di seluruh kelurahan yang ada di kota berjulukan tinutuan termasuk di Kelurahan Wawonasa.

“Kita memang harus mengantisipasi peredaran narkoba yang menyasar seluruh kalangan tak terkecuali kaula muda. Untuk itu diharapakan dapat berperan aktif sebagai relawan,” ujarnya lagi.

Diharapakan relawan narkoba dapat menginformasikan bahaya narkoba kepada seluruh kalangan.

“Jangan sampai masa depan anak-anak dan generasi muda rusak karena benda ini,” harapnya.

Heri sapaan akrabnya, meminta agar masyarakat khususnya relawan dapat membantu tugas BNN dalam rangka mencegah dan memberantas peredaran narkoba dari bumi Pertiwi

“Kita bantu dari wilayah masing-masing dengan menginformasikan jika ada pengedar, pengguna, bandar narkoba dan pecandu yang ingin direhabilitasi,” pintanya.

Di tempat yang sama bak baku balas pantun, Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Dr Victor Jeffry Lasut MM, mengapresiasi Bidang P2M yang telah sukses menyelenggarakan pencanangan ini.

“Diharapkan pencanangan ini menjadi motivasi bagi kelurahan lain untuk bersama-sama membuat hal yang sama,” ujar Jenderal satu bintang ini.

Kata dia, dicanangkannya Kelurahan Bersinar adalah untuk menambah jumlah relawan yang siap dilatih untuk bertugas menginformasikan bahaya narkoba, modus operandi dan cara konsultasi dengan BNNP Sulut untuk mendapatkan layanan rehabilitasi.

Kemudian memberikan informasi cepat dan akurat jika di wilayahnya terjadi teransaksi narkoba antara pengedar dan pengguna.

Dibeberkan, di Kota Manado sendiri ada 23 tiga daerah yang masuk zona rawan satu narkoba dengan spesifikasi adanya pengguna, kurir dan bandar.

“Sudah cukup banyak yang direhabilitasi. Kota Manado paling banyak daerah rawan dan paling tinggi bermasalah dengan narkoba,” bebernya, kemudian berharap ada hibah dana dari Pemkot Manado untuk mendukung kegiatan pencegahan dan sosialisasi bahaya narkoba. (El)

Editor : Felix Tendeken