Dua Orang Warga Filipina Diselamatkan KM Bethani Setelah Lima Hari Terapung di Lautan

0
64

TOMINI.NEWS, VIRAL-Sebanyak dua orang warga negara asing (WNA) asal Filipina, diselamatkan oleh nelayan KM Bethani setelah lima hari terombang-ambing diatas lautan lepas.

Setelah diselamatkan, kedua WNA diketahui bernama Teodorico Guma (37) dan Randy Eliadora, kemudian dievakuasi menuju ke Pelabuhan Manado tepatnya di komplek pelelangan ikan Kecamatan Tuminting, Rabu (13/1/2020) pukul 19.30 WITA.

Foto nelayan Filipina diapit oleh pihak berwajib Polresta Manado

Kedua WNA tersebut ditemukan oleh nelayan bernama Nardi Manginbulude sejauh 100 mil dari pesisir pantai pulau Siau Kabupaten Sitaro.

“Jadi pukul 17.00 WITA kami menemukan kedua WNA ini dengan posisi sedang terapung menggunakan buya (pelampung kapal) di laut sekitar pulau Siau. Bersama-sama rekan anak buah kapal (abk) KM Bethani langsung mengevakuasi mereka,” jelas Nardo.

Saat ditemukan kedua WNA tersebut dalam keadaan memprihatinkan diperkirakan telah terapung lebih dari satu hari.

“Kami beserta abk membantu memberikan pertolongan pertama, mengingat kondisi kesehatan mereka yang lemah juga memberikan makanan dan minuman” lanjut Nardo.

Mendapat temuan tersebut Nardo beserta awak kapal mengambil inisiatif melaporkan ke pihak berwajib dalam hal ini Polresta Manado.

Merespon akan adanya laoran dari masyarakat Tim Paniki Rimbas 3 dibawah pimpinan Aiptu Karimudin, langsung bergerak cepat menjemput kedua WNA naas tersebut untuk selanjutnya didata dan diserahkan ke pihak imigrasi.

“Berdasarkan laporan masyarakat, kami membantu evakuasi kedua WNA yang diduga mengalami kecelakaan di laut dan terdampar di perairan Sulut selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk di cek kesehatan dan diserahkan ke pihak imigrasi”, terang Katim Paniki 3 tersebut.

Sementara itu Teodorico Guma ketika diwawancarai mengaku mereka terdampar di perairan wilayah Sulawesi utara akibat perahu yang mereka gunakan saat melaut mengalami kerusakan dan mengakibatkan keduanya tenggelam beruntung keduanya masih bisa bertahan di laut lepas dengan menggunakan pelampung dari kapal tersebut.

“Saat dari kami berdua bermaksud untuk melaut dari Manila menuju General Santos di Filipina, namun ditengah laut kapal kami mengalami kerusakan dan tenggelam”, tukasnya.(Wyn)

Editor : Felix Tendeken