Gratiskan Hotelnya Untuk Korban Bencana, Keintjem Sebut Ingin Menyenangkan Hati Tuhan

0
8977

TOMINI.NEWS, MANADO-Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Manado pada hari Sabtu (16/1/2021), meninggalkan berbagai kisah menarik. Satu diantaranya datang dari Fery Keintjem SE Ak, pemilik Bahana Hotel Manado yang menggratiskan hotelnya untuk para korban terdampak bencana.

Foto Collase

Kata dia, saat ada bencana seperti saat ini tidak semua harus menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Saya hanya ingin menyenangkan hati Tuhan dan melayani sesama,” ujar Keintjem dilansir dari KOMENTAR.ID, Minggu (17/1/2021).

Foto Bahana Hotel Manado

Seperti yang diketahui hotel miliknya yang terletak di Minanga, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, memiliki 32 kamar dengan fasilitas lengkap.

Menariknya, Keintjem menyebut bahwa dirinya adalah orang susah yang gila atau the crazy poor. Merasa terpanggil untuk untuk melayani orang yang sedang mengalami kesulitan dalam hidup.

Status Fery Keintjem yang viral di Facebook

“Saya bukan orang kaya raya, tapi orang yang ingin menjadi berkat bagi orang lain. Nah saat banyak orang kehilangan tempat tinggal karena longsor, kemudian banyak rumah digenangi air, kenapa tidak hotel ini saya persilahkan untuk para korban?” ujar mantan Ketua Perbanas Manado ini.

Kata dia, dirinya tergerak hati dan dengan hati yang tulus kemudian mengunggah statusnya di Facebook dan viral.

Dimana dalam postingan tersebut mempersilahkan para korban bencana untuk menginap di hotelnya dengan meninggalkan nomor telpon yang dapat dihubungi 082372887777.

“Hotel saya ini terbuka untuk korban terdampak langsung banjir atau tanah longsor. Bisa datang dan tidur di sini. Tiga hari pun tidak mengapa. Nanti ada juga makan minum untuk kita bersama. Intinya torang saling membantu. Hidup itu bukan hanya untuk senang saja,” ujar mantan Dirut PD Pasar Manado ini.

Diketahui, hujan deras yang mengguyur Kota Manado dan Wilayah Sulawesi Utara pada umumnya, Sabtu (16/01/21), menyebabkan sejumlah kelurahan di Kota Manado, banjir.

Selain banjir, juga terjadi bencana longsor di dua titik, masing-masing di Perkamil dan di Lorong Cempaka Jalan Sea Malalayang. Longsor di dua titik ini menyeret lima korban jiwa. (El)

Editor : Felix Tendeken