Didoakan Ketua Sinode GMIM, Fery Keintjem Sebut Kita Boleh Hidup Susah Tapi Jangan Miskin Iman

0
157

TOMINI.NEWS, MANADO-Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pdt Dr Hein Arina, mendoakan Ketua ODC Kota Manado Fery Keintjem, agar keluarga dan tempat usahanya selalu diberkati Tuhan.

Foto Ketua Sinode bersama Keluarga Keintjem-Terok

Doa tersebut dipanjatkan oleh Pdt Dr Hein Arina, ketika memimpin ibadah syukur Keluarga Keintjem-Terok di Minanga, Kelurahan Malalayang II, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Minggu (34/1/2021).

“Kita doakan agar apa yang diusahakan dan apa yang di cita-citakan oleh keluarga semua diberkati oleh Tuhan,” doa pendeta.

Foto Fery Keintjem bersama para pendeta

Dalam khotbahnya pendeta mengaku salut atas pemberian diri Fery Keintjem bersama keluarga, dengan begitu ikhlas mau membantu warga Kota Manado yang tertimpa bencana alam baik banjir maupun tanah longsor.

Terlebih khusus dengan penuh rasa syukur menggratiskan Hotel Bahana miliknya untuk menampung para korban bencana khususnya mereka yang kehilangan rumah dan harta benda.

“Kita doakan agar tanahnya terus diberkati,” doa pendeta.

Sementara itu dalam kesaksian imannya, Fery mengaku ibadah syukur ini dilaksanakan karena keluarganya dijauhkan dari pandemi Covid-19 dan telah menerima ratusan doa dari warga Kota Manado melalui akun sosial facebook.

Kemudian kata dia, keinginannya untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menginap di hotelnya bukan tidak beralasan.

Sebab hatinya tergerak karena peristiwa yang sama pernah menimpa dia dan keluarga saat berdomisili di Kelurahan Tanjung Batu.

“Saya sepuluh tahun pernah tinggal di Tanjung Batu dan pernah merasakan tempat tinggal saya dihantam banjir, airnya naik sampai melewati atap. Saat itu saya hidup susah dan bekerja hanya sebagai seorang tukang tambal ban. Itu yang membuat saya tergerak hati, saya memang hidup susah tapi tidak miskin iman,” ungkapnya.

Dia mengaku selalu bersyukur sebab masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk membantu banyak orang yang menghadapi kesulitan.

“Yang berlebihan sedikit harus membantu mereka yang kekurangan banyak. Ada kelebihan sedikit torang berbagi, memberdayakan hikmat yang Tuhan berikan. Kita gunakan,” ujarnya.

“Torang selalu mengatakan mengasihi Tuhan, mencintai Tuhan, kemudian torang melihat ada orang yang kesulitan di depan harus torang bantu,” tambahnya.

Bebernya, sampai hari ini telepon selulernya terus berdering ada keluarga yang memiliki anggota keluarga lansia dan bayi di wilayah bantaran sungai Kairagi dan beberapa tempat lain meminta pertolongan agar bisa menginap di hotelnya.

“Kita mau mencintai Tuhan seperti salib secara vertikal dan horizontal. Banyak yang mendoakan saya agar selalu sehat dan terberkati dan itu sangat luar biasa bagi saya dan keluarga,” tandasnya. (El)

Editor : Felix Tendeken