Aniaya Siswa, Terduga Guru Bersama Anaknya Diamankan Polsek Urban Malalayang

0
500

TOMINI.NEWS, KRIMINAL-Entah apa yang dipikirkan oleh JR (57) dan anaknya GR (16), sehingga menganiaya GK (17) sampai babak belur di Jalan Sea, Senin (22/2/2021) sekira pukul 22.30 WITA.

Terduga guru bersama anaknya saat dimintai keterangan oleh anggota Reskrim

Menariknya terduga JR berprofesi sebagai seorang guru di salah satu sekolah ternama di Kota Manado dan korban GK adalah seorang siswa.

Dari data yang didapatkan dari Polsek setempat, korban mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk proses pemulihan serta kebutuhan visum.

Foto Kapolsek saat diwawancarai

Sementara kedua terduga sudah ditahan di sel Polsek Urban Malalayang untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Menurut Kanitres IPDA James Gosal, persoalan tersebut bermula saat korban mengendarai sepeda motor bersama tantenya, kemudian berpapasan dengan pelaku dan anaknya yang pada saat itu mengendarai mobil.

Kondisi jalan yang sempit membuat mereka kesulitan dan tidak mau saling mendahulukan. Akibatnya terjadi adu mulut antara pelaku dan tante korban. Korban menegur pelaku agar tidak berkata kasar pada wanita.

Cekcok pun terjadi, pelaku kemudian menghantam korban dan anaknya ikut menghantam korban dengan niat ingin membela ayahnya.

“Inilah awal kejadian tersebut, karena pelaku dan korban tidak mau saling mendahulukan kendaraan yang mereka kemudikan,” ujar Gosal, Rabu (24/2/2021).

Sementara itu JR saat diwawancarai mengaku bahwa dirinya memang berprofesi sebagai seorang guru.

“Memang benar, saya guru biologi di salah satu SMA ternama di Manado,” akunya.

Terduga yang memiliki tatto di betis kakinya, mengaku tersulut emosi karena korban lebih dulu m mendorong dadanya.

“Saya emosi,” kata dia. 

Meski begitu JR menyesali perbuatannya dan berharap bisa mediasi secara kekeluargaan dengan pihak keluarga korban.

“Kalau diperkenankan saya ingin minta maaf dan menanggung segala luka korban,” katanya. 

Sementara GR terancam masuk penjara anak di Kota Tomohon. Padahal dia masih berstatus siswa. 

“Saya khilaf,” katanya lagi.

Ditempat yang sama Kapolsek Urban Malalayang AKP Heriadi Ismail membeberkan pihaknya sementara menangani kasus tersebut.

“Untuk anaknya karena masih di bawah umur kita tangani secara khusus,” tandasnya. (El)