Ini Harapan Wamendag Jerry Sambuaga Saat MoU dengan Accor Group, BNI dan Pemprov Sulut

0
37

TOMINI.NEWS, NASIONAL-Bertempat di Grand Kawanua Indonesia City (GKIC) Kamis (25/2/2021), Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) menggelar penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama grup perhotelan Accor PT AAPC Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Wilayah 11 Manado (Suluttenggomalut) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Foto Wamendag Dr Jerry Sambuaga bersama jajarannya

MoU tersebut terkait kerjasama pemberdayaan UMKM di sektor perdagangan melalui pemanfaatan fasiltas perhotelan dan jasa akomodasi serta penyedia layanan perbankan.
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Kemendag RI Ida Rustini, Pimpinan Wilayah 11 Manado (Suluttenggomalut) PT BNI Koko Prawira Butarbutar, Senior Vice Presiden PT AAPC Indonesia Adi Satria dan Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Drs Edwin Kindangen.

Foto Wamendag bersama jajaran

Menariknya, penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI DR Jerry Sambuaga.

Kata Wamendag, kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut nyata dari Kementerian Perdagangan dalam melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 14 Mei 2020 telah mencanangkan gerakan nasional bangga buatan Indonesia. 

“Terutama untuk mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri khususnya produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) di Sulawesi Utara,” ujar Jerry sapaan akrabnya.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey diwakili oleh Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Drs Edwin Kindangen, menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak ini dalam mendorong UMKM.

“Dipertemukannya antara Accor sebagai pembeli jangka panjang dengan pedagang, khususnya UMKM, adalah stimulus yang baik, apalagi didukung dengan hadirnya BNI selaku lembaga pembiayaan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menjadikan pengembangan UMKM sebagai salah satu program prioritas ekonomi daerah, tujuannya untuk menyelaraskan struktur perekonomian daerah, mempercepat pertumbuhan ekonomi, mengurangi tingkat pengangguran, menurunkan tingkat kemiskinan, meningkatkan laju pergerakan sektor riil, dan memperbaiki pemerataan pendapatan masyarakat,” jelasnya.

“Mudah-mudahan dengan penerapan protokol kesehatan yang baik di masa pandemi ini, industri perhotelan bisa tetap berjalan sehingga UMKM di Sulawesi Utara dapat terus terbantu,” harapnya.

Diketahui, Nota kesepahaman ini merupakan payung yang menjadi dasar untuk dibuatnya perjanjian kerjasama secara wilayah, antara PT Accor Asia Pacific Indonesia dan BNI. Di mana PT accor Asia Pasifik akan menjadi off taker yang akan membeli produk-produk UMKM yang dibutuhkan dan terakurasi oleh jaringan perhotelan Accor group. Sedangkan BNI sebagai lembaga keuangan yang akan memberikan dukungan layanan perbankan, termasuk pembinaan dan peningkatan kapasitas serta permodalan bagi UMKM yang menjadi mitra PT Accor. (Felix Tendeken)