Di Bawah Kepemimpinan Brigjen Pol Victor J Lasut, BNNP Sulut Berhasil Menangkap Pengedar Narkoba Asal Makassar

0
231

TOMINI.NEWS, MANADO-Di bawah kepemimpinan Brigjen Pol Drs Victor J Lasut MM, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara (Sulut) kembali berhasil menangkap seorang pengedar narkoba jenis metamfetamina atau lebih dikenal dengan sebutan sabu-sabu di Kota Makassar.

Foto Kepala BNNP Sulut menunjukkan barang bukti

BNNP Sulut melakukan perburuan terhadap tersangka H alias Hardo warga Makassar setelah sebelumnya berhasil menangkap dua orang pengguna sabu-sabu yaitu ILDS alias Oma dan HMK alias Aten di Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. 

Hal tersebut disampaikan oleh Brigjen Pol Victor J Lasut MM, saat menggelar press release dengan para pewarta di Kantor BNNP Sulut, Kamis (1/4/2021).

Kata dia, kasus tersebut berhasil diungkap berdasarkan laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas para pelaku.

Foto Kepala BNNP Sulut menunjukkan para pelaku (menggunakan baju biru)

“Setelah kami melakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata barang tersebut berasal dari Makassar dan di Makassar kami menangkap pelaku pengedar sabu yang dipesan oleh HKM dan ILDS,” ungkap Lasut. 

Sementara ILDS dan HMK ditangkap saat sedang menggunakan sabu.

“Sebelumnya ILDS alias Oma sudah pernah saya tangkap dan pernah direhabilitasi tapi kembali lagi menggunakan barang haram ini,” ujar Lasut.

Saat ini ketiga tersangka terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.

“Kami akan terus mengembangkan pengungkapan jaringan ini, mudah-mudahan kedepan terungkap yang lebih besar lagi,” tukasnya.

Sementara itu Hardo yang diketahui bekerja sebagai seorang buruh dan sopir truk ini mengaku sudah melakukan transaksi penjualan sabu sebanyak lima kali.

“Saya jual satu paket 1,5 juta dan selama ini yang memesan hanya mereka berdua (HMK dan ILDS),” jelasnya.

Sementara itu barang bukti berupa sisa sabu dalam kemasan plastik, handphone, ATM, tas dan sebagainya telah disita untuk dijadikan alat pada proses penyelidikan lebih lanjut. (El)

Editor : Felix Tendeken