Sambangi Pemkot Manado, Universitas Muhammadiyah Gorontalo Ingin Belajar Toleransi dan Penanganan Covid-19

0
31

TOMINI.NEWS, MANADO-Rombongan mahasiswa beserta staf pengajar Universitas Muhammadiyah Kota Gorontalo menyambangi Kantor Walikota Manado dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado, Selasa (6/4/2021).

Foto istimewa

Seperti yang diketahui, mereka ingin belajar bagaimana menanggulangi pandemi Covid-19, kemudian menjaga toleransi sehingga mendapatkan penghargaan Indeks Kota Toleran Award 2021.

Mereka juga ingin mengetahui bagaimana cara Walikota Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) beserta jajarannya yang mampu menurunkan angka risiko penularan Covid-19 dari zona merah yang memiliki risiko tinggi turun ke zona kuning risiko rendah.

Pada kesempatan tersebut, rombongan diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra kota Manado Heri Saptono di ruang rapat paripurna DPRD Manado.

Foto istimewa

Walikota yang diwakili oleh Asisten I dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada para rombongan di kota doa dan berharap mereka akan betah selama berada di sini.

“Di Manado tidak ada orang Gorontalo, tidak ada orang Jawa, tidak ada orang Papua, tapi yang ada adalah orang Manado yang berasal dari Gorontalo, Jawa, Papua, semua yang tinggal di Manado adalah orang Manado” ujar Saptono.

Saptono juga mengatakan, sampai dengan hari ini jajarannya tetap mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara menanggulangi penyebaran Covid-19.

Mengingatkan kepada masyarakat betapa pentingnya menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan menghindari pertemuan yang tidak penting.

“Bahkan Pemkot Manado sudah melakukan vaksin per kluster yang sering berinteraksi seperti fasilitas publik, para pelayan publik, staf medis dan masyarakat umum,” jelas Saptono.

Ditempat yang sama, Ketua Rombongan Umar Sako Baderan, menjelaskan maksud dan tujuan mereka ke Kota Manado, satu diantaranya ingin mempelajari tentang kebijakan-kebijakan Pemkot Manado di masa pandemi Covid-19, bagaimana kota Manado tetap bisa menumbuhkan sektor-sektor bisnis dan jam operasional.

“Kami ingin mencari tahu sistem dan cara Pemkot Manado mengedukasi masyarakat tentang bahaya virus corona dan pentingnya penanganan tersebut. Saya melihat kota Manado konsisten dalam memberlakukan jam operasional yaitu pertama pada jam 8 malam dan sekarang pukul 10 malam semua tempat bisnis sudah ditutup,” tandas Umar. 

Sekadar diketahui, turut hadir Wakil Ketua Adrfi laikun, Wakil Ketua Komisi III Boby Daud, Sakbir, Nurlan Boutihe, Kabag Kerja Sama Ir. Vanda Tulenan, Kasubag Fasilitasi Kerja Sama Dalam Negeri Adriel Jacobs dan jajaran Pemerintah Kota Manado. (El)

Editor : Felix Tendeken