Legislator Berdarah Toraja JURANI RURUBUA, Bangga dan Terharu Rumah Adat Tongkonan Berdiri di Kota Manado

0
144

TOMINI.NEWS, MANADO-Terharu dan bahagia itulah yang dirasakan oleh Anggota DPRD Kota Manado berdarah Toraja Jurani Rurubua SST, saat menyaksikan peresmian Rumah Adat Toraja “Tongkonan” oleh Walikota Manado Dr Ir Godbless Sofcar Vicky Lumentut SH MSi DEA (GSVL) di Buha Kecamatan Mapanget, Sabtu (10/4/2021).

Foto Jurani Rurubua

Matanya tampak berkaca-kaca menggambarkan suasana hatinya saat melihat rumah adat tersebut berdiri di jalan masuk menuju ke Perumahan GPI.

Legislator berparas cantik ini kepada wartawan usai mengikuti kegiatan yang dirangkaikan dengan Paskah bersama Kerukunan Keluarga Toraja (KKT), mengaku bangga dengan kehadiran rumah adat Toraja di kota berjulukan tinutuan.

Foto Jurani Rurubua saat mendampingi Walikota Manado

“Hari ini saya bangga sekaligus kagum, akhirnya Kota Manado mempunyai rumah adat Toraja Tongkonan di Buha, Kecamatan Mapanget, Kota Manado,” ujarnya.

Menurut Srikandi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini adalah hadiah spesial bagi seluruh orang Toraja yang bermukim di Provinsi Sulawesi Utara khususnya di Kota Manado.

Foto Jurani Rurubua bersama Walikota Manado dan seluruh pengurus KKT

Bagi dia ini adalah hadiah istimewa bagi mereka karena rumah adat tersebut berdiri di Kelurahan Buha yang masuk wilayah daerah pemilihannya (Dapil) Mapanget.

“Tak mampu berkata-kata, inilah yang membuat saya kagum dan bangga rumah adat Toraja ini ada di Dapil saya,” ujarnya.

Diceritakan olehnya, bahwa ayahnya berdarah Toraja bermarga Rurubua dan ibunya berdarah Minahasa Tenggara bermarga Tangel.

Dua budaya yang sangat kental ini pun kemudian mengalir dalam kehidupannya.

“Meski budaya Toraja begitu kuat melalui marga serta kebiasaan yang di bawah oleh ayah dalam kehidupan nya sehari-hari, baik makanan, cara bekerja, bahkan adat-istiadat Toraja. Karena itu saya kagum dan bangga dengan pembangunan rumah adat Toraja dibangun di tanah Minahasa,” bebernya.

Kata dia lagi, bangunan “Tongkonan” ini bukan hanya sekadar rumah adat semata, bukan sekadar rumah keluarga besar, juga sebagai tempat untuk memelihara kerukunan dan persekutuan bersama kaum kerabat.

Selain itu kehadiran rumah adat tersebut merupakan bentuk dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dalam rangka menjaga kerukunan antar umat beragama dan etnis.

Apalagi menurut dia kekayaan Manado terletak dari eksistensi keberagaman budaya dan suku.

“Karena itu, pendirian rumah adat suku Toraja ini menjadi simbol atas wujud kekayaan budaya dan keharmonisan semua golongan bisa hidup berdampingan dengan penuh damai,” jelasnya.

Ia juga berharap kedepannya akan ada rumah adat lain yang akan berdiri berdampingan dengan Tongkonan khususnya rumah adat Minahasa.

 Tak lupa diucapkan terima kasih kepada Walikota GSVL yang suram memfasilitasi serta membantu semua hal sehingga rumah adat ini bisa berdiri kokoh di gerbang masuk Perumahan GPI.

“Terima kasih banyak kepada semua pihak yang berkontribusi, terima kasih kepada Pak Walikota Manado,” ujarnya.

Seperti yang diketahui sebagai Wakil Rakyat yang duduk di Badan Anggaran DPRD Manado, keberhasilan pembangunan Tongkonan tidak lepas dari peran sertanya.

Didampingi Ketua Panitia Yasir Taruk Bua, Jurani  meminta Pemerintah mendorong komunitas suku budaya yang berada di kota Manado agar berkenan untuk mendirikan Cagar Budayanya.

“Dengan demikian, Manado benar-benar tampil sebagai daerah yang menjunjung tinggi perbedaan serta merayakannya. Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak, agar turut melestarikan nilai budaya yang beragam di Kota Manado,” tandas Jurani yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat Laskar Manguni Indonesia (DPP LMI), ormas adat terbesar di Indonesia ini. (El)

Editor : Felix Tendeken