Begini Cara Camat Wenang Meningkatkan PAD yang Bersumber Dari Retribusi Sampah

0
109

TOMINI.NEWS, MANADO-Berbagai cara dilakukan oleh Camat Wenang, Yunita Youlanda Kumaat, untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari retribusi sampah.

Foto Camat Wenang, Yunita Youlanda Kumaat

“Satu diantaranya adalah mendata potensi pajak perlingkungan,” ujar Youlanda sapaan akrabnya, Rabu (14/4/2021) di kantornya.

Selain itu dirinya meminta kepada para lurah untuk memaksimalkan kinerja para kepala lingkungan (Pala) termasuk saat menagih retribusi sampah.

Diakui pandemi Covid-19 yang berlangsung beberapa tahun terakhir telah berdampak terhadap penurunan PAD dari retribusi sampah.

“Dari target yang diberikan yaitu Rp 1,9 Miliar, pada awal tahun ini kita sudah capai 1,2 persen,” ujarnya.

Meski baru 1,2 persen, menurut dia hasil tersebut terbilang memuaskan dibandingkan dengan beberapa kecamatan lainnya.

Mengingat pandemi Covid-19 telah memukul telak perekonomian masyarakat sehingga berdampak ke seluruh sektor.

Menurut dia, selain pandemi ada beberapa faktor yang menjadi kendala ketika turun ke lapangan.

Dicontohkan, seperti tempat usaha yang berbadan hukum telah memiliki fiskal dinyatakan bebas dari retribusi sampah perusahaan oleh Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Manado.

“Kecuali pemilik toko yang tinggal di dalam, wajib membayar retribusi sampah. Karena mereka menghasilkan sampah rumah tangga,” terangnya.

Terpisah Kepala BPPRD Kota Manado Harke Tulenan, mengatakan, pihaknya memungut  retribusi sampah dari perusahaan berbadan hukum.

“Jadi, perusahaan yang sudah mengurus fiskal di BPPRD, berarti telah membayar retribusi sampah,” ujarnya melalui Kepala Bidang (Kabid) Pajak dan Retribusi, Drs Recky Pesik.

Tambahnya, untuk sampah rumah tangga wajib dipungut oleh pihak kecamatan atau kelurahan. (El)

Editor : Felix Tendeken