GSVL Ingatkan Pejabat Jangan Bertingkah Seperti Kodok, AA-RS Sebut Tidak Suka yang Cuma Pande Bagoso

0
145

TOMINI.NEWS, MANADO-Kalimat menarik dilontarkan oleh Walikota Manado Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) didampingi Ketua TP-PKK Juyleta PA Runtuwene, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Camat Pall Dua, Selasa (27/4/2021).

Foto Walikota GSVL saat memberikan sambutan di Kecamatan Paal Dua

Dalam sambutan diakhir masa jabatannya, ia mengingatkan para pejabat, ASN, THL dan para kepala lingkungan (Pala) agar tidak bertingkah seperti seekor kodok.

Sebab menurut dia, selama menitih karir dirinya tidak pernah menggunakan jurus kodok yang menggunakan kakinya untuk melompat ke sana sini.

Ngoni tau kodok, atau katak toh? Dorang kalo mo bajalan musti kase gerak samua tubuh. Sikut sana, sikut sini. Jangan seperti itu. Kerja jo professional dan loyal siapa saja ngoni pe pimpinan,” ujar GSVL.

GSVL meyakini bahwa Walikota Manado terpilih yang akan menjabat pada tanggal 9 Mei nanti akan menilai kinerja bukan jurus kodoknya.

“Ini pengalaman saya, kalo kerja professional akan dinilai pimpinan. Nda usah baku sikut, kerja jo,” pesannya.

Dia juga mengingatkan kepada para pejabat, ASN, THL dan Pala yang saat ini dilanda virus H2C (Harap Harap Cemas), agar membuang jauh perasaan tersebut kemudian fokus bekerja.

“Kalau ada yang masih H2C napa ada pendeta, nanti pendeta doakan. Karena dekat dengan Tuhan ada kedamaian,” ujarnya disambut tawa.

Sebab kata dia, pergantian pimpinan itu adalah siklus alamiah yang terjadi tiap lima tahun dan itu sudah pernah dilewati olehnya sejak tahun 1981 saat menjadi seorang birokrat.

Pada perjalanan karirnya telah terjadi beberapa kali pergantian gubernur Sulut, kemudian dirinya tetap dipercayakan memegang jabatan sebab berpegang pada prinsip loyal kepada siapapun pimpinan kita dan bekerja secara profesional.

“Jangan khawatir, sedangkan burung di udara Tuhan beri makan apalagi kita,” tandasnya.

Sementara itu Walikota dan Wakil Walikota Manado terpilih, Andrei Angouw dan Richard Sualang (AA-RS) menegaskan bahwa mereka anti pejabat yang cuma jago menjilat tapi kinerjanya nol.

Foto AA-RS

“Fokus saya di out put bukan pande bagoso,” katanya. 

Sebut Angouw, pejabat harus berorientasi pada pelayanan. Dia musti lah profesional dan berorientasi pada out put. 

“Kalau kita berandai andai, fokus di hasil. Performance harus kelihatan di masyarakat. Melayani masyarakat bukan melayani walikotanya,” kata dia. 

Ditanya apakah sudah membentuk tim untuk mengkaji calon pejabat SKPD, ia menjawab diplomatis. 

“Sama seperti pemilihan. Masa lalu tak pernah bohong. Semua orang punya track record. Tak perlu make up. Era sekarang kita bisa tahu track record masing masing.Kalau merasa mampu bekerja dengan baik tak masalah. Kalau selama ini hidup cuma dari babagoso hati-hati,” ujarnya.

Wakil Walikota Manado Richard Sualang sempat buka kartu tentang kriteria pejabat yang ia inginkan.

“Semuanya mengacu pada aturan. Kami tentu ingin pejabat yang punya pemahaman sama dengan kepala daerah. Jangan kepala daerah gigi 3 atau 4 dan pejabat gigi 1. Kami ingin pejabat yang loyal. Tujuan kita adalah memakmurkan Manado. Jangan beda pemikiran kepala daerah dan birokrat,” kata dia. (El)

Editor : Felix Tendeken