Hendrik Warroka Bantu Pelaku UMKM di Kota Manado, Pasarkan Produknya Sampai ke Mancanegara

0
31

TOMINI.NEWS, MANADO-Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Manado, Hendrik Warroka, terus berjuang membantu para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di kota berjulukan tinutuan, agar produk-produknya bisa dipasarkan sampai ke mancanegara.

Foto Hendrik Warroka

Kata Warokka, Rabu (28/4/2021) di ruang kerjanya, apa yang dilakukan adalah bentuk kepedulian Disperindag terhadap keberadaan UMKM di Kota Manado.

“Untuk produk UMKM harus masuk kualitas ekspor, selain mereka sudah mendapatkan pelatihan juga harus diikuti dengan ketersediaan prodak,” ujarnya.

Selain itu kata dia, salah satu syarat yang harus dipenuhi yaitu wajib memiliki ijin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) serta ijin edar.

“Di Manado sudah banyak yang memenuhi persyaratan itu,” bebernya.

Tambahnya, setelah memenuhi syarat termasuk ijin dari Bea Cukai, produk-produk tersebut harus punya standar ekspor.

Dicontohkan, jika produk tersebut akan dipasarkan di Amerika maka harus melalui pemeriksaan oleh Food and Drug Administration (FDA).

Pendaftarannya juga dilakukan secara online, setelah itu FDA akan mereview pengajuan tersebut.

“Mereka akan lihat sampel produk, dimana harus melampirkan kandungan nutrisi dalam produk tersebut,” terangnya.

Kata dia, pihaknya telah membentuk tim pendampingan termasuk untuk uji laboratorium telah bekerjasama dengan BPOM.

Jika nanti standar pemasaran ke Amerika sudah dinyatakan lolos, maka kedepan akan memudahkan para pelaku UMKM memasarkan produknya ke negara lain.

“Termasuk abon dan sambal roa yang merupakan produk unggulan Kota Manado,” ujarnya.

Disisi lain, sebelumnya pihaknya telah menyalurkan bantuan kepada 72 dari 101 IKM yang ada di Kota Manado sesuai dengan proposal yang dimasukan.

Pun survei dilakukan secara online untuk memastikan kebenaran proposal yang dimasukan oleh sentra IKM dan UMKM.

“Mereka membutuhkan dukungan ditengah kesulitan akibat pandemi Covid-19,” jelasnya.

Terpisah, Santje Pontoh, satu diantara pelaku UMKM mengaku sangat berharap produk-produknya dapat dipasarkan ke luar negeri.

Bahkan dirinya sangat intens memperkenalkan produk-produk kuliner baik melalui media sosial, media masa, maupun media online.

“Harapannya ya seperti itu, sehingga produk kita tidak hanya dikonsumsi di dalam negeri juga di mancanegara. Selain itu penghasilan kami juga akan bertambah dan roda perekonomian terus berputar,” tandasnya. (El)

Editor : Felix Tendeken