AA-RS Bahas Berbagai Persoalan di Kota Manado Saat Rapat Meeting Zoom dengan BPJN

0
20

TOMINI.NEWS, MANADO-Wali Kota dan Wakil Wali (Wawali) Kota Manado Andrei Angouw dan dr Richard Sualang (AA-RS), hari ini Rabu (21/7/2021), mengikuti Rapat Meeting Zoom bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

AA-RS tidak sendirian didampingi Sekretaris Kota (Sekot) Micler CS Lakat SH MH, Asisten III Bart Assa, Kadis DLH Franky Porawouw, Kadis PUPR Jhon Suwu, Kaban BPBD Peter Eman dan pejabat teknis lainnya.

Pembahasan ini melibatkan berbagai pihak di kota berjulukan tinutuan yang berkaitan dengan penataan infrastruktur serta beberapa utilitas yang ada di Kota Manado.

Diantaranya persoalan jalan yang ada di Bethesda, ranting pohon yang akan dipangkas, drainase dalam kota, kubur yang ada di Winangun, ring road, persoalan jembatan-jembatan dan lain sebagainya.

Hal-hal urgen yang dibahas, seperti lokasi longsoran pekuburan Winangun dan bagaimana pemindahan kubur tersebut. 

Bagi Wali Kota, setelah pemindahan kubur selesai dilakukan maka disaat pembuatan bahu jalannya sudah dilebarkan atau di mundur kebelakang ketika akan dibuat tanggul. 

Bahasan lainnya adalah penanganan bencana disekitar jalan-jalan protokol serta penebangan pohon dibeberapa ruas jalan yang mengancam.

Dibahas juga soal drainase dan kolam retensi dikawasan ring road I.

Pembahsan ini cukup alot sebab ada beberapa lokasi yang terancam banjir seperti wilayah Welong Malendeng akibat drainase kurang baik.

Bahasan lainnya yang ditanyakan adalah soal lampu disekitar jembatan Soekarno dan jembatan di Boulevard II.

Hambatan adalah koordinasi dengan PT PLN menyangkut posisi tiang listrik yang harus dipindahkan.

Menurut Wali Kota, koordinasi diharapkan dilakukan dengan instansi teknis pemerintah Kota seperti dari Kadis PUPR termasuk dengan Camat yang ada diwilayahnya.

Hal-hal lain yang dibicarakan adalah genangan air yang sering terjadi diruas jalan Wolter Mongisidi Malalayang. 

Demikian juga koordinasi dengan Balai Jalan soal pengadaan lampu jalan yang akan dilakukan Pemerintah Kota di Boulevard II.

Permasalahan penting lainnya adalah soal status jalan Boulevard II. 

Jalan ini stausnya belum merupakan jalan nasional sebab statusnya nanti masuk jalan nasional tahun depan.

Wali Kota juga menanyakan soal penanganan jalan didepan Polsek Wanea karena air yang sangat deras mulai dari Pom Bensin Winangun sampai Kodim kearah bawah jika terjadi hujan deras.

 Kondisi ini merusak jalan disekitar khususnya depan Yayasan Katolik dan Polsek Wanea karena parit tidak mampu menampung debit air jika hujan cukup lama.

Semua permasalahan infrastruktur dan utilitas Kota ini mendapat tanggapan pihak BPJN untuk dikoordinasikan dan dibenahi kedepan. 

Jadi inti dari pembahasan ini adalah membahas potensi permasalahan dan tindaklanjut. 

Selesai pembahasan virtual dengan BPJN Walikota melakukan rapat internalisasi dengan pejabat internal pemkot yang hadir dalam pembahasan virtual tadi.

Yang dibicarakan adalah soal koordinasi antar kewenangan terutama koordinasi Pemkot dengan instansi lainnya diluar Pemkot seperti dengan PLN dan lain-lain. (Felten)